Create your own at MyNiceProfile.com

Monday, 5 October 2015

WOW Alun-Alun Gresik

Posted by Unknown at 05:51 0 comments
Terik matahari mulai terlihat menyinari,aku berboncengan bersama teman kelasku sambil menggunakan kaos berwarna merah yag mana tepat di muka kaos terlihat lambang UISI. Tergesa-gesa menempatkan sepeda motor si kawan di tempat parker. Sigap, dengan berlari kecil kami menuju alun-alun Gresik dari daerah pemakaman Sunan Maulana Malik Ibrahim. Jam setengah enam tepat sampai. Terlihat hanya beberapa anak UISI berkeliaran di kawasan alun-alun. Dimana kelompokku? Mana bu ketua. Kebingungan mencari mereka. Berjalan menuju air mancur yang berada ditengah alun-alun, satu per satu aku meihat beberapa anak perempuan berkaos sewarna denganku. Dimanalah kelompokku, gusar diriku. Itu dia si Ros,kawan dari prodi Ekonomi Syariah. Menit demi menit terlewati, mulailah anggota kelompoku berkumpul. Ibu ketua masih belum terlihat, si Nisa anak Manajemen Rekayasa.
Waktu berkumpul pun dimulai,tepat jam enam kurang sepuluh menit sudah diarahkan per kelompok provinsi untuk di barisan. Loh mana bu ketua, pikiranku kemana-mana. Kasihan  dengan si Nisa dan kawanku yang lainnya karena mereka sedang perjalanan ke alun-alun sambil membawa perlengkapan untuk CHAMPS. Tak lama kemudian, Nisa sambil membawa kerdus pocari sweat dengan terengah-engah kelelahan. Alhamdulillah sudah dating satu persatu. Lewat jam enam pagi terlihat masih ada teman lain barusan sampai, yaps konsekuensi telat seperti peraturan biasanya, ID Card diambil dan disita selama kegiatan CHAMPS. Sayangnya, ada beberapa kawan kelompok termasuk juga. Satu persatu meluruskan barisan.
Acarapun dimulai dengan pembukaan dari panitia kegiatan tersebut beserta sambutan dari presiden BEM UISI. Sepatah dua katah ku dengar, terlintas di telingaku bahwa tujuan kita yang utama adalah bersih-bersih alun-alun Gresik. Setuju menanggapi kegiatan itu akan tetapi tidak sesuai seperti yang ku bayangkan. Oh tidak… ada sesi waktu untuk senam pagi, lemas mendengarnya. Satu gerakan ku ikuti berdasarkan intruksi dari kakak PJK yang memimpin di depan tepat barisan ku dengan lihai memperagakan di atas panggung kecil yang bermuatan maksimal 3 orang. Dalam benakku, oh aku tidak selihai itu kakak…
Adik-adik sekarang waktunya bersih-bersih,kata kakak PJK. Yey! Akhirnya waktu ini telah dating. Kami diarahkan berbaris sejajar dengan menghadap ke depan sambil beberapa perwakilan anggota membawa trash bag berwarna hitam. Satu,dua,tiga… dimulai untuk bersih-bersih adik-adik dan kawasan yang kalian bersihkan hingga trotoar depan ya. Siap kakak, dalam hati berbicara. Kami ditugaskan membersihkan sampah anorganik yang utama dan selanjutnya boleh juga membersihkan sampah organic. Aku merasakan seperti menjaga lingkungan. Selesai sudah tugas kami. Tepat dibawah pohon rindang kami dipanggil untuk berkumpul dan menjalani kegiatan selanjutnya, coffe break.
Sesi ini kami diluangkan untuk mengambil makanan yang telah di isyaratkan dengan seragam tiap kelompok. Dari roti sepatu kering yang mana nama lain roti sus kering, dan lain-lain. Terasa lega meminum air mineral dan snack yang telah di koordinir. Dalam kesempatan itu kami diajak untuk berdiskusi maslah alun-alun Gresik. Dari pelayanan yang disediakan, saran untuk pengembanga, memecahkan maslah ketertiban di alun-alun. Kita mulai berpendapat  satu persatu, masukan mulai terlihat yang dapat di aplikasikan dalam pengabdian masyarakat terhadap lingkungannya. Itulah kesimpulan yang ku dapat, karena tanpa peranan masyarakat suatu daerah tidak akan terbentuk dengan baik.

Akhir acara kami diajak untuk menari bersama yang dipimpin perwakilan dari teman kami. Dan kami di beri pengumuman apa saja keperluan untuk minngu depan apa saja yang akan dibawa beserta tugas. Inisial demi inisial disebutkan, kami tiap pertemuan dilatih berfikir kreatif untuk melengkapi keperluan yang harus dilengkapi. 

Tuesday, 29 September 2015

Anda Paham?

Posted by Unknown at 04:59 0 comments
Tidak terasa sudah hari ketiga CHAMPS. Tapi eforia semangat dari kelompok betawi mulai pudar. Koordinasi tetap berjalan,kami tetap komunikasi satu sama lain dalam menyiapkan keperluan untuk hari Minggu yang mana tepat pada tanggal 27 September 2015. Saat itu, satu per satu anggota berkumpul dan melaporkan keperluan barang yang telah dipesan sudah terkumpul semua pada Ketuaku, Nisa.

Srek,srek.. suara sepatu anak-anak yang berjalan menuju lapangan belakang UISI. Kami pun seperti biasa, mengikuti gerombolan kelompok lain dan bergotong royong membawa perlengkapan kami. Mulai terlihat papan nama masing-masing kelompok provinsi yang dibawa kakak PJK, yap akhirnya ketemu,Betawi. Itu dia tempat barisan kami. Terdengar suara kakak PJK,   “adek adek ayo pengecekan perlengkapan dimulai”. Satu persatu barang yang di koordinator kami tunjukan, akhirnya lengkap semua syarat keperluan yang dibawa.

Satu jam berjalan, seperti biasanya kami diarahkan menuju gedung 1 UISI untuk mendapatkan materi apapun yang disuguhkan kakak PJK. Bertemu lagi dengan ruang Pasir Besi di lantai 2, duduk rapi dibawah dengan tidak beralaskan apa-apa kami mulai mendengarkan pembukaan kakak PJK dalam sebuah materi. Apa itu? “adek-adek hari ini kita akan membahas tentang Komunikasi Efektif”.
Beberapa slide diterangkan pada kami, akhirnya aku mendapatkan pengertian apa itu Komunikasi Efektif, menurutku adalah proses pertukaran informasi antar individu yang mana satu sama lain mengalami timbal balik tanggapan. Fungsi utama komunikasi diantaranya sebagai pengontrol, motivasi, informasi dan aksi. Salah satu aku ambil contoh,motivasi. Dengan komunikasi yang efektif dengan lawan bicara kita akan menghasilkan sebuah solusi dalam permasalahn kita yang mana kita saling menanggapi yang akan menghasilkan sebuah motivasi untuk kita dalam menyelesaikan masalah itu.

Fungsi lainnya seperti dapat mengerti satu sama lain, menghasilkan kepercayaan yang mana dapat dimanfatkan dalam hal kerja sama. Ada lagi satu contoh dapat diambil melalui pengkoordinir keperluan CHAMPS dengan kelompok provinsi masing-masing. Hal ini aku dapatkan dalam kelompok Betawi,tindakan pengkoordiniran merupakan salah satu fungsi komunikasi. Walaupun begitu ada hambatan dalam komunikasi sperti latar belakang masing-masing individu, bahasa dari masing-masing daerah, sikap, dan lain-lain.
Adapun tahapan yang benar dalam komunikasi yang efektif, yang pertama start of fire yang berarti diawali pembukaan untuk memulai berbicara. Selanjutnya, build  a bridge yaitu melakukan intermezo sejenak tentang materi yang akan dibicarakan. Tahapan selanjutnya adalah memasuki isi materi. Dalam mengakhiri ada tahapan so what yang mana mengakhirinya dengan menghasilkan tindak lanjut.


Disaat itu kami pun diberikan saran mengenai cara komunikasi yang efektif dengan benar. Dengan menggunakan umpan balik dengan lawan bicra,kita harus mengenali siapa lawan bicara kita, menjaga bahsa tubuh,dan sebagainya. Itulah materi yang kudapatkan selama CHAMPS, mungkin ilmu tersebut dapatkita terapkan.

Tuesday, 22 September 2015

Bhineka Tunggal Ika

Posted by Unknown at 07:52 0 comments
Berbeda dengan sebelumnya, semangatku mebara untuk kali ini untuk hari kedua CHAMPS pada hari Sabtu, 19 September 2015. Kakiku melangkah menuju UISI. Satu per satu terlihat anggota kelompok Betawi mulai berdatangan dan kami berkumpul di gapura UISI. Masih belum lengkap anggota kami, diputuskan untuk berjalan terlebih dahulu menuju lapanganbelakang UISI.
Kakak PJK, Kak Nadhita terlihat telah mengangkat papan nama kelompok kami, Betawi.  Terlihat raut wajah dan tingkah laku masing-massing seperti halnya yang sibuk membawa kotak kue pelangi, para pejantan yang merapikan barisan. Bu ketua kelompok pun tidak mau kalah, dia bekerja keras mendata kelengkapan atribut tiap anggota sambil membawa pita orange yang disamakan modelnya agar kami kompak, dia berjalan pada kami dan menukarkan ita orage yang salah. Salah seorang kawan laki-laki membawa nasi krawu dengan kantong plastic besar berwarna putih sambil menyerngitkan dahi.kasihan sekali dia. Aku senang melihat kerja keras masing-masing yang mana saling melengkapi.

Sudah tidak ada kecanggungan lagi, kami sudah beberapa kali bertemu dan kerja kelompok. Tidak ada lagi kata “sungkan”. Satu jam kemudian, di ruangan Pasir Besi dimulailah kegiatan persentasi yang awalnya membawa tema “attitude”. Maksud lainnya adalah tentang bersikap, berpakaian yang benar, dan sikap bya bahasa yang baik erbicara yang baik. Dimulailah sesi pendapat, tak menunggu lama aku mengacungkan tangan. “Assalamualaikum Wr. Wb. Saya Laila akan berpendapat bahwa siakp berbicara sebenarnya adalah dengan sikap sopan santun berbicara dengan yang mana kita harus tau siapa lawan bicara kita”. Itulah sekilas salah satu persentasi yang ditampilkan. Saat sesi tersebuat ada salah satu dari kelompok lain berpendapat menegenai, “kak menurut saya attitude berpakaian yang benar untuk wanita muslimah khususnya adalah tidak memakai baju yang ketat sambil berkerudung. Padahal di luar sana banyak orang salah kaprah mengartikan menutup aurat kak,sekian terima kasih”. Wah itu menyindir banget hehehe. Betul juga pendapat anak itu.


Sesi kedua membahas tentang perbedaan. Topik yang diambil adalah bhineka tunggal ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Teringat olehku hal ini dengan cerita kelompok betawi yang awalnya tidak saling kenal, cuek, dan kami berasal dari bermacam jurusan. Kami semua berbeda karakter pula. Satu dua kali bertemu dan kerja kelompok, mulailah terlihat skill masing-masing. Kami menopang satu sama lain, khususnya dalam hal penugasan. Akhirnya di penutupan CHAMPS di hari kedua itu… yey! Terdengar, “kelompok yang mendapat award adalah… Betawi! Selamat kawan, terima kasih atas kerja samanya.

Monday, 14 September 2015

CHAMPS UISI 2015

Posted by Unknown at 05:26 0 comments
CHAMPS 2015

Seorang perempuan berkerudung memakai jas orange menghampiriku dengan atribut pelengkapnya, ID card. Tertulis, CHAMPS dan panitia dengan huruf tebal. Penasaran ingin mengenalnya, terpecah sudah kefokusanku pada benda tipis persegi panjang yang dikalungkan. “Oh iya dek, ayo masuk barisan. Biar kalian enggak terhitung terlambat”, lantas kakak tersenyum pada kami. Pikirku, kakak SI 1 dan SI 2 tegas dalam hal waktu untuk mengarahkan kami. Oke siap. Tergesa- gesa sambil mencari kelompokku, aku mengeluarkan perlengkapanku untuk kegiatan kaderisasi ini, awalnya aku menganggap itu.
Kelompok satu dengan yang lainnya terdapat jarak satu langkah kaki dan terlihat papan nama kelompok yang dibawa oleh kakak PJK. Mereka merapihkan barisan kelompok, membawa kami ketempat kegiatan akan berlangsung. Diperjalanan, aku melihat poster terpampang dengan tulisan “CHAMPS 2015”. Wah kegiatan kaderisasi ini akan menyenangkan, benakku.
Terbukti setelah upacara, kakak PJK menjelaskan gambaran umum tentang CHAMPS. Bukan hanya kaderisasi, character building juga termasuk. Duduk dilapangan UISI dengan disinari matahari pagi sambil mendengarkan suara samar- samar kakak PJK menerangkan tentang CHAMPS 2015. Aku mengira CHAMPS hanyalah istilah, ternyata kata itu merupakan singkatan dari beberapa kata. Mari dikupas satu persatu. C, singkatan dari Confident yang berarti percaya diri. Disini kita akan diberikan motivasi untuk lebih percaya diri khususnya dalam hal mengemukakan pendapat maupun ide cemerlang dalam hal memajukan bangsa. Ada salah satu event yang mana kami ditanya mengenai apa itu CHAMPS? Oleh kakak PJK di ruang kelas. Satu per satu kami mengemukakan pendapat dengan pendapat masing-masing. Keberanian dan percaya diri sedikit demi sedikit tumbuh saat aku mencoba bertanya dan mengemukakan pendapat. H, honest yang berarti jujur. Jika kita percaya diri untuk melakukan sesuatu maupun berpendapat maka akan terlatih kejujuran secara tidak langsung. Karena satu kali kebohongan akan membangun masalah semakin besar. Kejujuran kami terlihat saat pemeriksaan foto ID card. Satu persatu mengacungkan tangan walaupun dengan keterpaksaan tapi terdapat nilai baik, melatih kami melawan rasa takut dan malu walaupun berat awalnya. Kakak PJK melatih soft skill pada kami dengan diadakannya CHAMPS.
A, attractive berarti menarik. Bukan hanya percaya diri maupun kejujuran tetapi sebuah pendapat ataupun inovasi jika tidak di sertai kemenarikan tak akan ada nilai plus. Menarik, dapat dikembangkan pada hal pemasaran ataupun pengajuan sebuah inovasi kepada atasan serta inovasi tersebut juga dapat diterima oleh masyarakat. M, Magnimous artinya rendah hati. Dalam kehidupan mahasiswa UISI kita seharusnya dapat bersikap rendah hati kepada setiap orang khusunya pada orang yang lebih tua. Hal tersebut telah terlatih pada CHAMPS, seperti kita mematuhi peraturan yang ada dan antar anggota kelompok saling membantu untuk mencapai kekompakan karena hal itu timbul dengan adanya salah satu sifat yaitu rendah hati. Selanjutnya P, Proactive berarti keaktifan. Keaktifan dapat kita terapkan pada jam perkuliahan seperti aktif bertanya, berpendapat. Soft skill dapat kita terapkan lebih lanjut saat mengikut organisasi mahasiswa maupun ukm. S, Solidarity yang artinya solidaritas. Saat berkumpul dengan kelompok CHAMPS kami saling berkenalan satu sama lain dan di saat itu kami dilatih untuk bersolidaritas. Ilmu inilah yang aku dapatkan di saat hari Minggu kemarin. Tidak hanya itu saja,kami diterangkan tentang organisasi mahasiswa seperti BEM dan LSO HIMA Manajemen maupun Manajemen Rekayasa.
Lelah dan mulai lemas badan ini, siang harinya kami diajak dalam ukm expo yang mana kami diperkenalkan berbagai macam ukm di UISI.  Hal ini yang paling asyik bagiku, karena ada beberapa ukm yang ingin aku ikuti. Salah satunya YEC , ukm ini dapat mengembangkan jiwa kwirausahaan muda yang ingin merintih bisnis dari nol. Harapan saya sangat banyak pada ukm ini.
Akhir acara telah sampai, kami satu sama lain dengan anggota lainnya telah akrab dan telah mendapatkan pengalaman yang menarik dalam membentuk kekompakan kelompok.


Thursday, 15 January 2015

Bughot

Posted by Unknown at 04:29 0 comments
Dalil Tentang Bughot

Diterangkan oleh Syaikh Abdul Qadir Audah dalam al-Tasyri’ al-Jina’ومع ان العدالة شرط من شروط الامامة الا ان الرأي الراجح في المذاهب الاربعة ومذهب الشيعة الزيدية هو تحريم الخروج على الامام الفاسق الفاجر ولو كان الخروج للامر بالمعروف والنهي عن المنكر لان الخروج على الامام يؤدي عادة الى ماهو انكر مما فيه وبهذا يمتنع النهي عن المنكر لان مشروطه لايؤدي الانكار الى ماهو انكر من ذلك الى الفتن وسفك الدماء وبث الفساد واضطراب البلاد واضلال العباد وتوهين الامن وهدم النظام“Memang sikap adil merupakan salah satu syarat-syarat menjadi imam / pemimpin, hanya saja pendapat yang  kuat dalam kalangan madzhab empat dan madzhab Syi’ah Zaidiyyah mengharamkan bertindak  bughot/berontak terhadap imam yang fasik lagi curang walaupun  bughot itu dengan dalih amar ma’ruf nahi munkar. Karena  agar kepada imam biasanya akan mendatangkan suatu keadaan yang lebih munkar dari pada keadaan sekarang. Dan sebab alasan ini maka tidak diperbolehkan mencegah kemungkaran, karena persyaratan mencegah kemungkaran harus tidak mendatangkan fitnah, pembunuhan, meluasnya kerusakan, kekacauan  negara, tersesatnya rakyat, lemah keamanan dan rusaknya stabilitas”.

Hukuman Bagi Bughot

1. Hukuman mati
Sebelum hukuman diluncurkan maka Islam memberi satu kesempatan pada tersangka, dengan bertaubat mengucapkan dua kalimat syahadat kembali serta berikrar bersungguh=sungguh bertaubat dan berikrar tidak akan meninggal ajaran Islam.

Jika tersangka tetap tidak menerima kesempata maka akan dijatuhkan hukuman mati pacung.

2. Hukuman Penjara
Di dalam masa pertaubatan maka tersangka diberi hukuman penjara hingga dia taubat sunguh-sungguh. bagi tersangka laki-laki di dalam penjara melakukan kerja rodi tetapi dicambuk juga.

3. Hukuman Pengambil Alihan Harta
Hak harta tersangka dipegang/ dihalalkan untuk dimiliki oleh pemerintah islam, kelompok organisasi islam, dan keluarga. Apabila tersangka mau bertaubat maka harta akan dikembalikan. 


وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ ...

“Dan jika dua golongan dari orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya (zalim) maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah ...” (QS Al-Hujurat [49]:9)


مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّّلاحَ فَلَيْسَ مِنّاَ ( متفق عليه عن ابن عمر )
“Barangsiapa yang membawa senjata untuk memerangi kami, maka ia bukanlah golongan kami.” (Shahih Bukhari No. 6366, Shahih Muslim No. 143. Lihat Bab Qitaal Ahl Al-Baghi, Imam Ash-Shan’ani, Subulus Salam, III/257. 

“Barangsiapa yang membawa senjata untuk memerangi kami, maka ia bukanlah golongan kami.” (Shahih Bukhari No. 6366, Shahih Muslim No. 143. Lihat Bab Qitaal Ahl Al-Baghi, Imam Ash-Shan’ani, Subulus Salam, III/257. 







Wednesday, 29 October 2014

Posted by Unknown at 06:07 0 comments
Syarat dalam berjihad kecil (perang) sebagai berikut, Islam, Baligh, Berakal, Sehat, Merdeka, Laki-laki, Memiliki bekal yang cukup, dan ada izin dari orang tua.

Dan etika peperangan itu diantaranya :

1. Perempuan dan anak-anak tidak boleh di ganggu (dibunuh) terkecuali karena mudaratnya/terpaksa

2. Orang tua yang tidak kuat lagi berperang juga tidak boleh di sakiti, terkecuali apabila dia ahli politik dan pandai tentang peperangan.

3. Utusan musuh yang resmi datang kepada kita tidak boleh di ganggu, pernah terjadi hal seperti ini,dan Rosulullah tidak mengganggunya

4. Tidak boleh merusak negri dengan membakar dan bersifat pengrusakan dimuka bumi.

5. Musuh yang belum sampai kepadanya seruan islam, tidak boleh di perangi

6. Orang yang masuk islam sebelum ia di tawan, maka ia termasuk muslim

Ushul Fiqih

Posted by Unknown at 05:55 0 comments
Secara etimologi, ijtihad adalah bersungguh-sungguh. ijtihad adalah usaha yang maksimal untuk menetapkan hukum (syara').
Dalam segi bahasa, Jihad diartikan 'perang'. Istilah jihad adalah bersungguh-sungguh berjuang di jalan Allah SWT.
Jihad terbagi dua macam,
Jihad kecil (harbi) yaitu berjihad menggunakan senjata (pedang).
Jihad besar (akbar) yaitu berjihad melawan nafsu atau jiwa.

Jihad kecil dibagi menjadi beberapa hukum bagi,Tawanan, Sipil, Wanita


Shalab diartikan yaitu harta bagi orang yang telah menghabiskan nyawa lawan (musuh). As-salab adalah barang berupa pakaian, senjata, dan sebagainya yang diperolaeh dari serdadu musuh yang berhasil dibunuhnya dimedan perang dan di dapat tanpa paksaan.

Sedangkan, ghonimah yaitu harta yang dimiliki oleh kelompok pemenang karena telah menghabiskan seluruh pasukan musuh. harta tersebut akan dibagikan rata menurut hukum islamnya. hal ini terjadi di zaman Rasulullah saw. yang mana pembagian ghanimah:
1. 20% untuk :- 4% imam- 4% fuqarah dan masakin(kaum fakir miskin)- 4% mashalihul'l muslimin(untuk kemaslahatan kaum muslimin)- 4% ibnu'ssabil- 4% yatama(anak-anak yatim)2. 80% untuk : diserahkan bulat sebagai bagian tentaranegara islam.

Fai' atau disebut dengan upeti yaitu berfungsi untuk menjaga keamanan suatu daerah. Fa`I yaitu harta rampasan tanpa darah tertumpahkan ( tidak dengan cara pertempuran ).
pembagian fa'iFa'i itu dibagi menjadi dua bagian :1. 1/5 (20%)4% Imam4% Mushalihu'l-Muslimin (untuk kemaslahatan kaum muslimin) Kekuasaan diserahkankepada Imam.4% Fuqara wa'l-masakin (kaum fakir dan kaum miskin).4% Ibnu'sabil (mereka yang berperang).4% Yatama (anak-anak yatim)2. 4/5 (80%)Diberikan kpd keuangan negara untuk kemaslahatan kaum Muslimin.
 

LMR Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea